Minggu, 13 April 2014

Dinamika Kepribadian

Untuk memahami tingkah laku manusia dan motivasi-motivasinya dengan lebih baik, para psikolog terbagi dalam aliran-aliran pikiran yang berbeda tentang motivasi. Aliran-aliran itu berusaha menjelaskan factor-faktor yang mendorong organism untuk melakukan kegiatan atau perbuatan. suatu kelompok, yang terdiri para psikologi objektif, telah mengajukan “teori kebutuhan tentang tingkah laku” , sedangkan kelompok lain yang pada umumya terdiri dari para ahli klinis atau peara psikologi subjektif percaya akan pendekatan psikodinamik tinkah laku manusia. Pendekatan terakhir ini mengatakan bahwa tinkah laku didorong oleh kekuatan batin yang secara popular dikenal “Kepribadian Mental” meskipun dalam bidang psikologi, pembicaraan yang luas tentang motifasi adalah penting, namun pembicaraan demikian tidak dibutuhkan dalam uraian tentang kesehatan mental. Tetapi supaya pembaca bisa memahami lebih mendalam bahan ini (terutama yang belum mempelajari psikologi umum), sebaiknya disinggung secara singkat tentang pokok dari materi ini.
            Beberapa teori dan perinsip-perinsip motivasi menjadi sangat berate bagi orang yang mempelajari ilmu kesehatan mental jika dilihat dalam konteks penyusuaian diri dengan urutan sebagai berikut : motifasi-frustasi dan konflik-tegangan emosi-respon-reproduksi tegangan- akibat-akibat . Hendaknya diigatkan bahwa urutan yang sama juga diikuti dalam belajar untuk mencapai penyesuaian diri yang baik
            Masyarakat umum berpendapat bahwa semua tingkah laku memiliki motivasi, tetapi tidak ada kesepakatan mengenai sifat dan jumlah kekuatan yang mengerakan tingkah laku. Motifasi disertai dengan diikuti oleh frustasi dan konflik yang mungkin singkat dan tidak berakibat apa-apa atau berlangsung lama dan mengancam. Situasi ini juga disertai dan diikuti oleh tegangan emosi meskipun untuk sementara menyenangkan, tetapi pada akhirnya harus direduksikan. Tegangan selalu mendorong individu untuk mengadakan respons. Jika peroses tersebut merupakan respon terkondisi, maka respons itu akan diadakan dengaan cepat.

Motivasi
Motifasi merupakan suatu istilah umum yang mencakup tinkah laku yang mencari tujuan dan yang berkembang karna adanya tujuan-tujuan. Atau dapat dikatakan bahwa motivasi adalah proses menggiatkan, mempertahankan, dan mengarahkan tingkah laku pada suatu tujuan tertentu (Hulffman, Vernoy, & Vernoy,1997). Tingkah laku mengarah ini mengarah pada suatu tujuan yang diinginkan, tetapi menjauhi situasi yang tidak menynangkan bagi induvidu yang besankutan.
            Semua tingkah laku, entah itu diinginkan atau tidak,normal atau adnormal, adalah hasil dari penyebab-peneybab yang saling terjalin antara yang satu dengan lainya. Dengan kata lain, semua tingkah laku memiliki motivasi. Seorang mahasiswa mungkin memiliki nilai sedang karna intelegensiinya sedang-sedang saja :ia tidak giat belajar: ia lebih suka menggunakan waktunya untuk kegiatan-kegiatan sosial: ia mengalami hambatan emosi selama ujian: ia sakit hati terhadap para dosennya : ia ingin mengeewakan orang tuanya yang mengharapkan supaya anaknya menjadi mahasiswa teladan, sebagainya.

Insting
Pada awal abad ke 20 umumnya orang berangapan bahwa kekutan kekuatan pendorong primer pada tingkah laku manusia adalah insting-insting. Misalnya Mc dougall menyatakan –dalam bukunya an Introduction To Social Psychology pada tahunn 1926 – bahwa kekuatan-kekuatan pendorong yang esensial dari pikiran dantindakan adalah bawaan.ia membuat daftar beberapa insting khusus, seperti pelarian diri,rasa inggin tahu, suka berkelahi, pembiakan keinginan untuk mencapai sesuatu .
            Istilah insting telah dipakai denagan berbagai arti. Definisi klasiknya ialah suatu pola tingkah laku yang terorganisasi dan kompleks yang merupakan cirri khas dari mahluk tertentu pada situasi khusus,tidak dipelajaridan tidak berubah. Insting yang didefinisikan seperti ini tidak dipelajari dan tidak berubah. Insting yang didefinisikan seperti tidak ini tidak ada pada manusia atau sekurang kurangnya tidak ada yang diperlihatka secara ilmiah.
            Ada beberapa psikologi modern yang tidak mau membuang konsep insting tetapi mengubah definisinya. Misalnya maslow mengumakakan apa yang disebutnya “kebutuhan-kebutuhan instingtif” kebutuhan-kebutuhan ini menurut keyakinanya memiliki dasar insting.

  • Dorongan (Drive) atau kebutuhan (Need)

            Iatilah dorongan (drive) dan kebutuhan (need) telah mengantikan konsep insting lebih tua, dan ,kata yang relative baru ini lebih fleksibel karna jika digabung dengan motif(motive) maka kedua kata tersebut mencakup akibat-akibat belajar dan warisan biologis.
            Dorngan (drive) adalah munculnya kecendurunan bereaksi yang menimbulkan kegiatan-kegiatan dan tetap mempertahankan kegiatan-kegiatan  itu dalam organisme. Dorongan dibagi menjadi dua macam,yakini dorongan sekunder (primary drives) dan dorongan sekunder (secondary drives). Dorongan primer adalah dorongnan fisiologi dorongan sekunder adalah dorongan sosial.
            Kebutuhan (need) merupakan kekurangan yang mengakibatkan ketidak keseimbangan, yang mengacaukan (equilibrium) yang optimal pada individu. Kekurangan ini menimbulkan kegiatan dalam organism. Kebutuhan merupakan satu dorongan untuk bertindak.
  • Motif (motive)

            Kebutuhan seperti dikatakan di atas merupakan suatu kekurangan umum yang menimbulkan suatu motif atau lebih. Motif adalah suatu peroses yang agak sepesifik dan yang telah dipelajari . motif itu diarahkan pada suatu tujuan. Misalnya, seseorang mungkin lapar dan butuh makan. Dan mengerkan tubuhnya untuk membeli makan dan memakannya.
  • Empat Penjelasan Motivasi

            Para psikologi telah memberikan perhatian besar pada masalah yang sangat sulit untuk mengetahui apa saja yang menjadi dorongan-dorongan atau kebutuhan-kebutuhan fundamental. Mereka telah memberikan kepada kita banyak klasifikasi, mulai dari daftar yang dikemukakan Murray yang berjumlah 37 sampai pada apa yang dikemukakan Combss dan sygg yang hanya pada 1 saja. Meskipun selayang pandang tidak ada kespakatan diantara mereka, namun kalu dinikmati dengan baik,kebanyakan pendapat tersebut memliki persamaan. Gambaran singkat mengenai kempat teori tersebut dapat diuraikan dibawah ini.

Sigmun freud
            Uraian yang lengkap tentang pandangan Freud telah dikemukakan, tetapi disini hanya ditemukan pa yang dikatakan Freud dalam bukunya Outline of psycoanalyisis karna merupakan buku terakhir dari rinkasan pandangan-pandanganya. Freud adala seorang dualis, ia mendasarkan teori insting-insting dan motifasi, ia mengatakan (1949) 
             Kemudian,freud mengumakakan jelas bahwa 2 insting. “eros dan insting perusak” , merupakan “pentebab terkahir dari semua kegiatan. Apakah yang dimaksud dengan eros dan insting perusak itu? Eros adalah juga dorongan untuk memelihara diri sendiri.
            Sebaliknya, insting perusak merupakan keingginan untuk merusak, bahkan merusak diri sendiri dengan kematian brill menjelaskan bahwa insting hidup atau eros adalah menghasilkan hidup dengan menyatukan partikel-partikel kehidupan atau sel-sel benih, sedangkan funsi insting mati adalah mebuat bahan organic yang hidup berbalik pada keadaan semula tanpa hidup atau anorganik (Brill,1946) freud mengembankan kenyataan yang mengumakakan bahwa individu membatalkan kepuasan langsung nafsu libido untuk menghadiri rasa sakit untuk memperoleh kenikmatan yang lebih besar dari pada waktu yang akan dating.
            Freud masih merupakan tokoh yang begitu kontrovrasional sehingga sulit menilai karyanya. Ia telah memberikan sumbangan yang banyak terhadap pemahaman kita mengenai kepribadiaan. Tiga kelemahan dapat diperlihatkan disini. Pertama pandanganya terhadap insting-insting begitu sempit shingga mengunakan konsep sublimasi yang patut diragukan untuk menjelaskan beranekaragam kegiatan manusia . kedua ia terlalu menekankan pentingnya seks, terutama pentingnya pengaruh pengalaman-pengelaman seks awal terhadap factor tingkah laku dewasa.ketiga, ia mengabaikan manusia sebagai organisasi yang memiliki kebutuhan-kebutuhan sosial tetapi hanya hanya menekankan kebutuhan-kebutuhan instingtif dan biologis.

Alfred adler
Ia adalah seorang mahasiswa freud, tetapi pada tahun 1912 ia memisahkan diri dari gurunya dan mendirikan suatu aliran psikologi individu. Adler adalah seorang monis karna ia menekankan perjuangan akan superroritas. Adler berpendapat bahwa hanya ada ada satu dorongan dasar , yakini harsat untuk berkuasa sebetulnya menurut adler , keamana merupakan dorongan dasar sedankan usaha-usaha untuk mencapai superioritas hanyalah sarana untuk mencapai tujuan keamanan lebih lanjut adler, mengatakan bahwa perasaan inferioritas, tidak adekuat, dan tidak aman menentukan tujuan hidup seorang individu (Adler,1927)
Ia berpendapat bahwa keamanan dari bahaya sejak tidak cukup, individu memerlukan batas keselamatan yang mencapai dengan dominasi dan superioritas. Denagan kata laian , perjuangan akan prestasi dan status sesunguhnya merupakan pekembangankebutuhan fundamental akan keamanan.
Menurut Adler perjuangan melawan perasaan- perasaan infenrior dasar tidak aman (istilah-istilah yang kadan-kadang digunakan secara ditukar)mulai pada awal kanak-kanak. Tujuan yang diarahkan oleh kesa-kesan yang diberikan linkungan kepadanya pada masa kanak-kanak.keadaan ideal adalah tujuan setiap manusia munkin sekali terbentuk dalam bulan bulan pertama hidupnya.

Apabila kita bagaimana kita dengan sangat berhasil dapat melawan perkembangan dan perjuangan akan kekuasaan-kejahatan peradaban kita yang palin menojol ini – kita dihadapkan pada kesulitan karna perjuangan ii dimulai ketika anak tidak mudah didekati . orang dapat memulai berusaha memperbaiki dan mejelaskan baru kemudian sekali dalam hidup. Tetapi hidup pada anak pada waktu ini memberikan kesempatan untuk mengembankan perasaan sosialnya sedemikian rupa sehingga perjuangan akan kekuasaan peribadinya menjadi factor yang begitu penting (1927).


Mereka mengatakan bahwa psikologi memiliki dua frame of reference yang umum. Frame of reference yang lebih tua adalah pendekatan eksternal terhadap tingkah laku manusia. Dalam frame of reference ini, para psikolog mengamati subjek-sebjek dalam berbagai situasi dan berusaha menjelaskan tinkah laku subjek-subjek tersebut menurut situasi yang diberi reaksi mereka. Atas dasar observasi-observasi ini ,penybab-penybab tingkah lakuditetapkan untuk segi-segi linkunganyang mendapatkan reaksi subjek-subjek tersebut. Para penulis ini menekankan pentingnya sumbangan-sumbangan mengenai pendekatan ini.  
            Fenomena adalah suatu istilah teknis untuk metode filsafat yang dimaksudkan kedalam psikologi oleh Hussrel pada tahun 1900. Metode ini menekankan pengalaman langsung dan bentuk pengalaman ini. Medan fenomenal adalah seluruh alam semesta termasuk diri sendiri yang dialami oleh individu pada waktu melakukan tindakan. Kebutuhan menjadi titik fenomenal dari tingkah laku. Kebutuhan merupakan pemeliharaan dan peningkat dirinya fenomenal . diri fenomenal adalah bagian dari medan fenomenal. Tetapi bagaian dari medann fenomenal. Diri yang dialami individu sebagaisuat  khas yang khas baginya itulah aku.
            
Kebutuhan ini memiliki dua ciri khas pokok
  •         Pemeliharaan diri (the maintenance of the self)
  •     Peninkatan diri (the enhancement)

Seperti dikatakan oleh combs dan snygg, medan parseptura setiap orang adalah setabil dan mudah bergerak. Teori motivasi yang dikemukakan Combs and and Snygg mengandung banyak hal yang patut diberi ulusan. Melalui konsep diri fenomenal, mereka berhasil menjalani hubunggan yang sangat penting antara stimulus-setimulus dari situasi luar yang langsung. 

Abraham Maslow
Maslow menekankan bahwa individu harus dilihat sebagai suatu keseluruhan dan bukan hanya bagian-bagian. Memang untuk tujuan-tujuan praktis, orang harus berpikir akan kebutuhan-kebutuhan tertentu atau motif-motif khusus, tetapi sebenarnya organisme seluruhnya digerakkan untuk melakukan kegiatan. Dengan demikian, Maslow menekankanbhwa setiap tingkah laku yang dimotivasi dapat memuaskan banyak kebutuhan sekaligus. Maslow mengemukakan konsep , “hierarki prapotensi”, yang berarti bahwa suatu kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi tidak bisa muncul sebelum kebutuhan yang lebih prapoten dipuaskan. Terdapat lima kebutuhan menurut Maslow yaitu; fisiologis, keamanan, cinta dan memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri. Sebelum seseorang dapat memuaskan kebutuhan aktualisasi diri, ia harus memenuhi empat kebutuhan yang berada pada tingkat yang lebih rendah, yaitu:
1.      Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan dasar yang memepertahankan kesejahteraan fisik dan untuk memuaskan tegangan-tegangan yang disebabkan oleh rasa lapar, haus, letih, seks, stres, sakit fisik, dan kurang tidur.
Ketika seseorang merasa lapar, ia akan mengatur semua kapasitas badannya untuk memuaskan rasa lapar, dan keinginan untuk memebli sepatu batu atau sebuah mobil baru adalah sekunder. Orang yang lapar hanya berpikir tentang makanan.
2.      Kebutuhan Akan Rasa Aman
Kebutuhan ini muncul apabila kebutuhan fisiologis telah terpenuhi. Semua kapasitas individu mungkin terorganisasi untuk melayani tujuan-tujuan akan rasa aman, termasuk rasa aman dari kekuatan-kekuatan destruktif dan dari ancaman-anacaman, dari luka-luka.
Seorang anak dengan penuh ketakutan akan berpegang teguh pada orang tuanya justru memeperlihatkan peranan orang tua sebagai pelindung. Anak-anak mencari suatu lingkungan yang aman, tertib, teratur dan dapat diramalkan serta dilindungi dan dijaga oleh orang tua.
3.      Kebutuhan Akan Cinta dan Memiliki
Kebutuhan ini muncul apabila kebutuhan fisiologis dan rasa aman telah terpenuhi. Kebutuhan akan cinta sangat terasa apabila kekasih, istri, suami, atau anak-anak tidak ada.
Kebutuhan akan cinta bisa terungkap dalam keinginan akan teman-teman atau dalam keinginan akan hubungan-hubungan efektif dengan orang lain. Kebutuhan akan memiliki terlaksana apabila kita menggabungkan diri dengan suatu kelompok atau perkumpulan, menerima nilai-nilai dan sifat-sifat atau memakai pakaian seragamnya dengan maksud supaya merasakan perasaan memiliki.
4.      Kebutuhan Akan Penghargaan
Sebuah penghargaan dibutuhkan oleh seseorang ketika tiga kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi. Menurut Maslow kebutuhan ini terbagi menjadi dua: penghargaan yang berasal dari orang lain dan penghargaan terhadap diri sendiri.
Penghargaan dari luar dapat berdasarkan reputasi, kekaguman, status, popularitas, prestise, atau keberhasilan dalam masyarakat, semua sifat dari bagaimana orang-orang lain berpikir dan bereaksi terhadap kita. Kita haru mengetahui kebaikan dan kelemahan yang ada dalam diri kita, agar memiliki perasaan harga diri yang sejati.
5.      Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini adalah yang paling tinggi dan muncul ketika kebutuhan-kebutuhan sebelumnya terpuaskan. Kebutuhan ini diungkapkan oleh guru ketika ia mengajar, seniman ketika ia melukis, pemusik ketika ia memainkan alat musiknya, dokter ketika ia menyembuhkan penyakit, ibu rumah tangga ketika ia berhasil mengelola kehidupoan rumah tangganya.
Dibawah ini akan ditampilkan contoh macam-macam kepuasan kebutuhan yang di anggap cocok untuk berbagai tingkat perkembangan.


BAGAN 1
PERTUMBUHAN MENUJU KEMATANGAN DALAM MEMUASKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN DASAR
 KEPUASAN AKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN BIOLOGIS
TINGKAT
KEPUASAN
KEBUTUHAN AKAN PERASAAN ENAK
KEBUTUHAN AKAN HIDUP
KEBUTUHAN SEKSUAL
MASA BAYI
Dijaga supaya tetap kering dan hangat. Tidur jika perlu. Kegiatan otot menendang dan memukul-mukul tangan.
Memuaskan segera rasa lapar berdasarkan tuntutan.
Menyusu (menghisap) dan eliminasi.
AWAL MASA KANAK-KANAK
Tidur menurut jadwal tetap. Kegiatan fisik dengan menggunakan otot-otot besar.
Kepuasan akan rasa lapar mungkin ditangguhkan. Mulai memiliih makanan yang disukai. Kebiasaan  sosial menjadi penting.
Kenikmatan pada mulut dan dubur, masntrubasi, ingin tahu tentang seks.
MASA KANAK-KANAK
Sangat giat dan menggunakan otot  kecil dan besar. Istirahat sering kali harus dipaksakan.
Makan bertambah. Makanan yang diinginkan bervariasi.
Kenikmatan pada mulut dan dubur berkurang. Kegiatan heteroseksual dilakukan dengan bermain. Lekat pada kehidupan seks sendiri
AAWAL MASA REMAJA
Pola-pola tidur mulai mirip orang dewasa. Senang latihan fisik (gerak badan) mencari petualangan.
Dorongan untuk makan semakin kuat; selera makan mulai rewel; kebiasaan kesehatan menjadi penting.
Tertarik pada lawan jenis. Mulai menggoda-goda, berlanjut dengan kencan. Tertarik pada alat-alat kelamin. Masntrubasi mungkin muncul lagi
MASA DEWASA
Masa-masa kerja diimbangi dengan istirahat, rekreasi dan bersantai-santai yang memadai.
Kebiasaan yang menyangkut makanan dan kesehatan rutin yang dirasa memuaskan.
Kegiatan heteroseksual yang memuaskan atau sublimasi dorongan seks.

BAGAN 2
PERTUMBUHAN MENUJU KEMATANGAN DALAM MEMUASKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN DASAR.
KEPUASAN AKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN BIOLOGIS
TINGKAT KEMATANGAN
ANTAR PRIBADI
KEDUDUKAN DALAM KELOMPOK
PERKEMBANGAN
MASA BAYI
Dipegang, digoyang-goyang, dan diajak bermain.
Tidak ada, sangat egoistik.
Menuntut perhatian terhadap tangisan. Ingin digoyang-goyang, dipegang, ingin diperhatikan secara verbal dan fisik.
AWAL MASA KANAK-KANAK
Orang tua dan anggota keluarga memperlihatkan cinta secara verbal dan fisik.
Melalui kelompok keluarga di mana dia merasa aman dan memiliki tempat tertentu.
Manipulasi hal-hal ; bermain dengan berkhayal; tidak mau campur tangan dari orang dewasa; mengerjakan tugas-tugas dimana ia merasa siap untuk melakukannya (berbicara, berjalan, dan sebagainya).
MASA KANAK-KANAK
Kasih sayang orang tua penting, tetapi kadang tidak mau diperlihatkan secara fisik. Kawan sesama jenis  dipilih untuk hubungan yang akrab.
Keamanan dalam keluarga masih dibutuhkan, tetapi status dalam kelompok sebaya mulai dianggap penting.
Senang bermain dalam regu. Memulai kegiatan fisik dengan prakarsa sendiri. Rasa ingin tahu bertambah dan prestasi dalam pertumbuhan mental penting.
AWAL MASA REMAJA
Harus kelihatan, berbicara dan berbuat seperti kawan-kawan akrab. Sering bentrok dengan kawan-kawan sebaya dan orang-orang dewasa.
Status di kelompok sosial lebih penting daripada status di rumah. Ingin memperoleh hak-hak khusus orang dewasa di rumah.
Ingin akan otonomi. Kekuasaan orang dewwasa ditentang. Ingin supaya prestasinya dihargai. Berusaha bebas dari rumah, tetapi membutuhkan keamanannya. Mencari uang menjadi penting.
MASA DEWASA
Telah memilih kawan-kawan dan bebrapa sahabat yang benar-benar dipercayai. Hubungan intelektual atau percakapan memuaskan. Kawin, mencintai dan dicintai.
Status dalam kelmopok keluarga dan kelompok-kelompok sosial dan pekerjaan-pekerjaan di luar rumah.
Mengatur diri sendiri dan berdiri sendiri (otonomi) secara ekonomis dan personal. Pengalaman-pengalaman kerja yang memuaskan. Pengakuan terhadap prtestasi, terutama opleh keluarga dan teman-teman.

FRUSTASI DAN KONFLIK
Frustasi dan konflik adalah pengalaman-pengalaman individual yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Keduanya berhubungan erat dengan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan manusia, dan mengganggu ungkapan-ungkapan normal dari kecenderungan motivasi manusia. Tetapi frustasi dan konflik itu sendiri tidak selalu buruk karena yang menjadi persoalan ialah bagaimana seseorang menghadapinya dan tindakan yang diambil untuk memecahkannya.
Frustasi
Suatu perasaan yang muncul karena terjadinya hambatan dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau menyangka bahwa akan terjadi sesuatu hal yang menghalangi keinginan untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan itu.Ada dua sumber utama frustasi: sumber yang berasal dari luar (situasi-situasi dari luar) dan sumber yang berasal dari dalam (dinamika batinian orang itu sendiri).
A.     Faktor Eksternal
Sumber frustasi yang berasal dari luar individu tidak dapat dihindari. Terdapat beberapa contoh sumber frustasi yang berasal dari luar, yaitu:
1.      Adat kebiasaan atau peraturan-peraturan masyarakat yang membendung kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan individu,
2.      Hal-hal yang mengganggu, lebih-lebih yang berhubungan dengan kepentingan-kepentingan dan cara-cara hidup individu yang sudah biasa, dan
3.      Kondisi-kondisi sosio-ekonomis yang menghalangi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar jasmaniah individu.

B.     Faktor Internal
Frustasi yang berasala dari dalam mungkin disebabkan oleh faktor-faktor fisik dan perbedaan-perbedaan intelektual. Faktor faktor fisik mungkin berupa rintangan-rintangan organik atau penyakit. Apabila orang berbeda secara fisik dengan orang lain, maka ia mudah sekali kena beberapa bentuk frustasi. Perbedaan intelektual juga dapat menjadi sumber frustasi. Di dalam ruangan kelas kita kecewa apabila kita tidak mampu bersaing dengan orang lain. Demikian juga anak-anak yang sangat pandai akan mengalami frustasi apabila mereka mendapat tugas-tugas yang terlalu mudah.

·         KEMATANGAN EMOSI
Kontrol emosi bukan berarti emosi yang ada harus di tekan, atau bahkan tidak diungkapkan. Akan tetapi disini lebih ditekankan pada  melatih emosi dengan cara mengubah ekspresinya dan disalurkan melalui saluran-saluran yang berguna dan dianggap baik. Agar efektif  latihan ini sebaiknya dimulai pada masa kanak-kanak, berbagai cara untuk mengontrol emosi antara lain: mempelajari arti dan menggunakan secara efektif  keadaan santai baik mental maupun fisik, dan berusaha memperoleh keterampilan-keterampilan dan kecakapan supaya dapat kepercayaan diri, menangguhkan dan meninjau kembali respons emosi sampai muncul kesempatan yang lebih cocok, memperoleh penilaian diri yang lebih realistic tentang kemampuan-kemampuan dan kelemahan-kelemahan supaya dapat menghadapi kenyataan.
Kematangan emosi mengacu pada kapsitas seseorang untuk bereaksi dalam berbagai situasi kehidupan dengan cara-cara yang lebih bermanfaat dan tidak bereaksi kekanak-kanakan. Ciri kematangan emosi dapat diutarakan diutarakan sebagai berikut: (1) mampu menangguhkan dan mengontrol emosi, (2) mampu memberikan repons emosional yang adekuat sesuai dengan tingkat perkembangan seseorang, (3) mampu menerima frustasi terhadap situasi-situasi yang menimbulkan frustasi tanpa bereaksi terhadapnya secara emosional, dan (4) mengembangkan sikap yang fleksibel dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kadar yang lebih tinggi terhadap perubahan-perubahan yang tidak dapat dihindarkan.

RESPONS
Manusia mewarisi kapasitas untuk belajar. Ia tidak mewarisi pola-pola tingkah laku, kecuali refleks-refleks sederhana, mewarisi otak tetapi tidak mewarisi informasi atau asosiasi-asosiasi mental. Mewarisi potensi-potensi untuk adaptasi tetapi tipe mekanisme penyesuaian diri yang digunakanya bergantung pengalaman yang dimilikinya. Untuk mewarisi kemampuan berbahasa ia dapat mempelajarinya. Untuk mewarisi berpikir matematik, ia dapat mempelajari ilmu matematika, aljabar, atau geometri. Untuk mewarisi kemampuan mengembangkan pola-pola tingkah laku emosional dan sosial, ia dapat mempelajari kepercayaan, control dan konformitas, atau menjadi antisosial.
Seorang individu tidak hanya membuat, tetapi ia juga berbuat sesuai dengan sifat kepriadianya. Meskipun kepribadian seseorang senantiasa berubah, namun ia selalu tetap menjadi dirinya dan bukan menjadi orang lain.
Kita mengetahui bahwa manusia itu belajar dan kita mengetahui banyak kondisi yang mempermudah belajar. Kita memiliki informasi bagamaimana kita belajar. Dan kita mengetahui banyak kondisi yang mempermudah belajar. Tetapi kita hanya sedikit mengetahui tetang apa yang terjadi dalam system saraf selama proses belajar. Baik neurolog maupun psikolog fisiologi tidak dapat memberikan jawaban-jawaban yang rinci terhadap pertanyaan bagaimana terjadinya belajar. Tentu mereka akan memberikan jawabanya kepada kita pada suatu saat yang akan datang. Tetapi karena belajar merupakan suatu proses, maka dapat dipelajari dengan baik walaupun sama sekali tidak memahami daasar strukturalnya.

·         Respons Terkondisi
 Dipermulaaan abad ke-20, Pavlov, seorang psikolog Rusia, memperhatikan bahwa anjing yang dipakainya dalam percobaan mengadakan respons dengan air liur mengalir tidak hanya pada makanan yang diberikan melainkan juga kepada stimulus-stimulus subtitusi, seperti pemberi makanan atau suara langkah kaki yang mendekatinya.
  Akhirnya, suatu respons terkondisi bisa terbentuk, yakni anjing itu mengadakan respon dengan mengeluarkan air liur terhadap bunyi bel itu. Suatu stimulus yang secara biologis tidak adekuat telah menghasilkan respons serupa yang secara khas meripakan  hasil dari stimulus yang secara biologis adekuat.
Bahwa pengondisian itu terjadi pada manusia merupakan hal yang biasa dan dapat diamati. Kita sering mengalami mulut kita pennuh air liur ketika menunggu makanan yang enak. Bayi belajar mengadakan repons pada waktu ia melihat sebuah botol karena dalam pikiranya botol itu berhubungan dangan susu.
Watson berhasil dalam mengondisikan seorang anak supaya takut akan seekor tikus putih. Ketika tikus itu pertama kali muncul, anak itu tidak memperlihatkan rasa takut tetapi ia mangulurkan tanganya untuk menyentuh tikus putih ketika disodorkan kepadanya, kemudian sebuah palang baja ditempatkan di belakang anak itu dan ketika ia kembali ingin menggapai tikus itu, palang dipukul keras sehingga menimbulkan suara keras dan sampai pada percobaan kedelapan, palang tidak dipukul tetapi anak itu telah dikondisikan sedemikan rupa hingga ia merespons terhadap tikus itu dengan menarik diri dan menangis, ketakutan terhadap suara dari palangyyang dipukul itu telah diasosiasikan dengan tikus itu. Ia sekarang bereaksi secara emosional terhadap stimulus subtitusi itu.

Menghilangkan Respons Terkondisi
Suatu respons terkondisi dapat menjadi tak terkondisi. Suatu cara yang biasa ialah membuat situasi dimana objek ketakutan itu diasosiasikan dengan pengalaman yang menyenangkan. Juga dapat dihilangkan dengan mengulang stimulus buatan tanpa memberikan hadiah bagi respons tersebut
            Pengalaman-pengalaman traumatis
Dalam mempelajari kecemasan dan kecemasan yang ada pada sumber langsung dari gangguan tingkah laku fungsional – individu yang telah mengalami suatu trauma, yang merupakan stimulus tak terkondisi memberikoan respons pada trauma itu. Suatu pengalaman traumatis adalah guncangan emosional yang sekurang kurangnya untuk sementara orang itu hanya melihat sedikit kesempatan untuk mempertahankan keamanannya. Seseorang yang telah mengalami trauma, yang diberinya respons dengan kecemasan yang luar biasa dan kemudian ditambah lagi dengan disorganisasi emosional, mungkin menjadi bingung dalam mengalami penyebab-penyebab actual dari pengaruh-pengaruh itu. Stimulus-stimulus yang berasosiasi menjadi Stimulus-stimulus terkondisi dan dengandemikian cukup berpotensi untuk membangkitkan kecemasan atau bahkan respons ketakutan.

 Insight (Pemahaman)
Para psikolog Gestalt mendefinisikan insight sebagai persepsi tentang suatu arti secara tiba-tiba tanpa ada kaitanya dengan pengalaman sebelumnya. Insight adalah melihat hubungan-hubungan baru, mengatur kembali factor-faktor yang terus menerus ada ke dalam suatu pola yang baru . kecepatan untuk mencapai insight berbeda-beda tergantung pada kesulitan masalah, semakin tinggi tingkat kesulitan maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Insight, dalam psikoterapi Insight dapat membantu seorang terapis untuk melihat apa masalah yang sebenarnya.
Perkembangan Insight berkaitan erat dengan hadiah dan hukuman. Bila insight yang diterapkan dapat memberikan hadiah bagi orang yang membuatnya dalam suatu hal, maka ia akan meneruskan hal yang telah diperbuatnya itu begitu juga sebaliknya jika yang didapat adalah sebuah hukuman yang didapat, maka ia akan menghentikan hal itu.

Belajar Uji Coba
Dalam belajar uji coba (Trial and error learning), orang yang belajar berusaha melakukan berbagai gerakan, rupanya secara serampangan  dan tidak mengenal hubungan antara gerakan-gerakan itu dengan hasil-hasil yang ingin dicapai, gerakan yang berhasil ialah yang sering diulangi dalam percobaan-percobaan berikutnya dan gerakan yang salah lambat laun hilang.
Dalam belajar coba-coba seperti dalam insight, tingkat kesulitan dari masalah bagi subjek yang memecahkanya adalah penting. Apabila masalahnya sangat sederhana, langkah pertama mungkin merupakan respons yang tepat. Misalnya orang dewasa diberikan teka-teki yang berlaku untuk anak kecil mungkin akan berhasil dalam sekali coba. Tetapi jika diberikan tingkatan rumit, mungkin akan membuat banyak langkah untuk menemukan jawaban yang tepat.
REDUKSI TEGANGAN
 Hendaknya diperhatikan dalam penyesuaian diri sesudah motivasi dan frustasi serta/konflik adalah tegangan emosi. Apabila tegangan emosi itu ada, maka individu berusaha untuk mereduksikanya. Kebanyakan yang terjadi pada akirnya ia mengadakan respons yang membawa hasil yang diinginkanya. Penyesuaian diri telah dilakukan dan kegiatan yang bermotivasi berakhir. Penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagau reduksi tegangan. Penyesuaian diri ini mungkin bukan penyesuaian diri yang baik dalam arti bahwa tingkah laku yang dipilih dapat diterima atau diinginkan masyarakat atau penyesuaian diri tersebut diinginkan oleh individu karena memberikan perasaan lega dalam jangka waktu lama. 

AKIBAT-AKIBAT
 Tahap terakhir dalam urutan diri adalah akibat-akibat yang berkaitan dengan masa yang akan datang dan juga masa sekarang karena individu-individu cenderung mengulangi respons-respons yang mereduksikan tegangan. Sekarang ada suatu faktor yang harus diperhitungkan apabila individu mengadakan respons-respons teradap penyesuaian-penyesuaian diri yang baru, yakni “hokum akibat” , atau apa yang dinamakan Hull, “hukum kekuatan primer” (the law of reinforcement)

Hukum Akibat
Seperti yang telah di kemukakkan, hukum akibat memberi penekanan yang sama terhadap hadiah dan hukuman. Tetapi, percobaan-percobaan yang dilakukan kemudian menunjukan bahwa akibat-akibat dari keduanya terhadap hadiah dan hukuman menunjukan bahwa akibat-akibat dari keduanya sama sekali tidak sama karena hadiah jauh lebih berpengaruh. Ini tidak dikatakan bahwa hukuman tidak berakibat pada belajar. Ada akibatnya, tetapi tidak langsung daripada yang dipikirkan semula.
            Meskipun hadiah lebih efekif daripada hukuman dalam mempengaruhi arah tingkah laku, namun faktor waktu tidak boleh diabaikan dalam menilai potensi yang relative dari kedua stimulus ini. Hukuman langsung mungkin akan lebih berpengaruh terhadap tidakan yang diambil dibandingkan dengan hadiah yang ditunggu lama. Demikian juga sebaliknya, hadiah langsung mungkin akan lebih berpengaruh terhadap tindakan yang diambil dibandingkan dengan hukuman yang di tunggu lama. Faktor waktu dalam hadiah dan hukuman sangat penting dalam pendidikan anak dan juga dalam memahami tingkah laku neurotik.

MEKANISME-MEKANISME PERTAHANAN DAN PENYESUAIAN DIRI
Tipe tingkah laku yang dinamakan mekanisme-mekanisme pertahanan pada mulanya dikenal sebagai mekanisme-mekanisme pertahanan ego yang dikemukakan Freud dan pengikutnya. Kemudian cara-cara yang sama untuk bertindak digambarkan sebgai teknik-teknik dasar penyesuaian diri. Mungkin mekanisme-mekanisme ini dapat diistilahkan dengan pelindung-pelindung konsep diri (self-concept). Walaupun mekanisme-mekanisme ini diberi sebutan yang berbeda-beda tetapi umum menerima bahwa mekanisme-mekanisme ini merupakan cara-cara berharga yang digunakan individu untuk mengungkapkan tindakan-tindakanya.

MEKANISME-MEKANISME PERTAHANAN
Ciri-ciri Khas Mekanisme-Mekanisme Pertahanan
Untuk memahami mekanisme-mekanisme pertahanan, cara bagaimana digunakan, dan hasil-hasilnya, maka akan lebih berguna apabila diperhatikan hal-hal berikut.
Mekanisme-Mekanisme Pertahanan adalah Tingkah Laku-Tingkah Laku Normal
Dalam batas-batas tertentu, mekanisme-mekanisme pertahanan ini digunakan oleh setiap orang. 

Hipotesis Frustasi-Agresi
Frustasi mengakibatkan agresi yang mungkin diarahkan kepada orang-orang yang telah menyebabkan frustasi pada substitusi, atau jug diarahkan kedalam, yakni pada diri sendiri. Dollard dengan kawan-kawannya (Dollard, et al., 1939) mengemukakan dalil sebagai berikut:
“.. terjadinya tingkah laku yang agresif selalu mengandalkan adanya frustasi dan sebaliknya adanya frustasi selalu menyebabkan suatu bentuk agresi. Dari observasi sehari-hari rupanya masuk akal kalau dikatakan bahwa tingkah laku agresif dengan berbagai macam bentuk biasanya dikenal selalu dapat ditelusuri dan disebabkan oleh suatu bentuk frustasi. Tetapi tidak begitu segera kelihatan bahwa bilaman saja terjadi frustasi maka tidak bisa tidak akan terjadi agresi dengan macam dan tingkat tertentu. Pada banyak orang dewasa dan bahkan anak-anak, frustasi mungkin diikuti oleh sikap yang jelas dan begitu cepat menerima situasi dan dapat menyesuaikan diri kembali sehingga orang sia-sia mencari kriteria yang relatif kasar dan biasanya dianggap sebagai yang memberi ciri khas pada perbuatan yang agresif. Tetapi harus diingat bahwa salah satu pelajaran paling awal yang dipelajari manusia sebagai akibat dari kehidupan sosial adalah menekan dan menahan reaksi-reaksi yang terang-terangan agresif. Tetapi ini tidak berarti bahwa kecenderungan-kecenderungan reaksi seperti itu dengan demikian dihilangkan, melainkan telah ditemukan bahwa reaksi-reaksi itu tidak dilenyapkan meskipun untuk sementara ditekan, ditunda, disembunyikan, dipindahkan atau dibelokkan dari tujuannya yang langsung dan egois.”
Agresi langsung adalah cara yang normal untuk mempertahankan harga diri apabila mengalami frustasi. Jika seorang anak laki-laki ditempat bermain diolok-olok oleh teman sekelasnya, maka sangat wajar kalau ia berusaha mempertahankan statusnya dengan memukul roboh temannya itu. Tetapi kalau ia takut memberikan respons secara langsung seperti itu, maka frustasi-frustasi yang dialaminya disekolah mungkin disalurkan melalui tingkah lakunya yang agresif dirumah. Ia mungkin menjadikan adiknya sebagi sasaran pelampiasan dan memukulnya keras-keras atau mungkin ia bertingkah laku dengan memberontak terhadap orang tuanya. Ia berpendapat bahwa ia harus sesuatu untuk meredakan tegangan yang disebabkan oleh frustasi-frustasi yang telah dialaminya dalam situasi lain.

Toleran terhadap Frustasi
Toleransi terhadap frustasi adalah kemampuan individu untuk menahan penundaan, rintangan, atau konflik tanpa menggunakan tingkah laku yang tidak dapat menyesuaikan diri atau menderita disorganisasi kepribadian (Leher & Kupe, 1955).
Suatu situasi yang menyebabkan frustasi juga akan berbeda-beda artinya bagi kita tergantung pada apakah kita berpendapat bahwa hal itu disebabkan oleh beberapa pengaruh dari luar yang kurang atau sama sekali tidak dapat dikontrol, atau apakah kita berpendapat bahwa kita sendirilah yang telah menyebabkan munculnya frustasi dengan perbuatan-perbuatan kita sendiri. Jika kita datang terlambat kesekolah mungkin sekali kita meras jauh lebih enak apabila penyebab dari keterlambatan kita itu adalah kemacetan lalu lintas dan bukan karena bangun terlambat. Jika penyebab dari peristiwa yang menimbulkan frustasi itu adalah pengaruh dari luar yang bukan tanggung jawab kita, maka kita tidak merasa bersalah mengenai peristiwa tersebut.

Konflik
Konflik sama seperti frustasi merupakan pengalaman individual dan selalu menimbulkan tegangan emosi. Konflik adalah tegangan dalam diri kita apabila kita berusaha mencapai keputusan yang memuaskan terhadap situasi-situasi yang sama tidak menariknya. Atau dapat juga dikatakan keadaan jiwa yang tegang sebagi akibat dari bentrokan antara motivasi-motibasi yang bertentangan. Pengaruh konflik pada tingkah laku akan tergantung pada kekuatan konflik-konflik itu sendiri dan juga pada tipe kepribadian yang dimiliki seseorang. Orang yang neurotik tidak mampu mengatasi konflikny sekalipun konflik itu kecil. Tetapi orang yang normal akan menemukan cara-cara untuk memecahkan konflik-konfliknya melalui pertimbangan yang cerdas terhadap masalah-masalahnya.
Psikoanalisis menekankan pentingnya konflik-konflik dalam kehidupan seorang individu. Kekuatan yang terlibat dalam konflik itu disebut id, ego, superego. Menurut Freud, Id  tidak memliki organisasi dan kesatuan kemauan, ia hanya memiliki impuls untuk mencapai kepuasan akan kebutuhan-kebutuhan instingsif sesuai dengan prinspi kenikmatan. Id tidak mengetahui nilai, yang baik dan yang buruk, moralitas. Sebaliknya superego didefinisikan Freud sebagai wakil dari semua larangan moral, penyokong impuls kearah kesempurnaan, pendeknya seperti kita pahami secara psikologis tentang apa yang disebut orang hal-hal yang lebih tinggi dalam kehidupan manusia.
Id dan superego selalu berperang. Akibatnya pasti akan terjadi bencana kalau tidak ada ego yang bertindak sebagai perantara.
“Setiap gerakannya diawasi oleh superego yang keras itu yang menghambat norma-norma tingkah laku tertenut. Tanpa memperhatikan beberapa kesulitan yang berasal dari Id dan dunira luar dan apabila norma-norma ini tidak diikuti, maka ia menghukum ego dengan perasaan bersalah. Dengan demikian karena didorong terus oleh id dikepung oleh superefo dan ditolah oleh kenyatan, maka ego berjuang untuk melakukan tugas ekonomisnya dalam mereduksikan kekuatan-kekuatan dan pengaruh-pengaruh yang bekerja didalamnya dan terhadapnya supaya tercapai semacam keselarasan dan kita dapat memahami dengan baik apa sebabnya kita bergitu sering tidak dapat menahan keluhan “Hidup itu tidak mudah” apabila ego terpaksa mengakui kelemahannya, maka ia mendapat kecemasan, kecemasan terhadapa kenyataan dalam berhadapan dengan dunia luar, kecemasan moral dalam berhadapan dengan superego, dan kecemasan neurotk dalam berhadapan dengan nafsu-nsfsu dari id” (Freud, 1933).

Konflik Mendekat-Mendekat
Dalam konflik ini seseorang berhadapan dengan masalah memilih antara dua tujuan positif. Biasanya ini bukan merpuakan tugas yang sangat sulit, dan tegangan emosi yang terjadi disini kecil. Suatu contoh dari konflik yang sederhana ini misalahnya, seorang siswa pada hari libur harus memutuskan apakah pergi berenang kepantai atau ketaman impian jaya ancol.

Konflik Menjauh-Menjauh
Konflik semacam ini biasanya lebih hebat dari pada konflik mendekat-mendekat. Individu sekarang terperangkap dalam situasi dimana harus memlih antara dua atau mungkin juga lebih rangkaian tindakan yang negatif. Karena adanya ancaman dalam situasi demikian, maka ia mungkin tidak berbuat apa-apa atau mencarai cara untuk melarikan diri. Biasanya kalau ia tidak berbuar apa-apa untuk memecahkan konflik itu, maka ancaman tetap ada dan tegangan meningkat. Mungkin tidak lama kemudian ia menemuikan cara untuk melarikan diri, yang mungkin bersifat konstruktif atau destruktif, normal atau abnormal.

Konflik Mendekat-Menjauh
Karena sifatnya yang khas, konflik ini sangat serius dari semua konflik yang lain. Ini benar apabila konflik ini berkisat pada hubungan seseorang dengan orang lain yang menarik, tetapi juga menjijikkan. Ia mungkin tertarik kepada orang lain karena ketergantungan, afeksi atau bahkan karena cinta, tetapi sekaligus juga orang itu menjijikkannya karena sifat-sifat kepribadiannya, atau lebih hebat lagi karena takut atau benci. Apabila seseorang sangat tertarik kepada objek atau individu yang ditakuti atau dibenci, maka tegangan dalam orang itu makin hebat.

Konflik Ganda Mendekat-Menjauh
Konflik ini sangat kompleks karena orang harus memilih beberapa langkah tindakan berberda yang masing-masing memiliki aspek-aspek positif dan negatif. Setiap alternatif mengandung hal-hal yang baik dan hal hal yang buruk. Orang yang mengalami konflik seperti ini sekaligus ditarik dan didorong kebeberapa arah. Orang itu terperangkap dalam kesulitan, kebinguan dan perasaan-perasaan ambivalen. Keputusan yang jelas untuk tetap tinggal atau bergerak tidak mungkin. Orang mengalami kepuasan, tetapi sekaligus juga mengalami ketidak puasan dan kekecewaan.

TEGANGAN EMOSI
Tegangan emosi adalah suatu perasaan tertekan atau menggelisahkan. Tegangan emosi merupakan respons badaniah terhadap frusitasi-frustasi atau konflik-konflik yang dialami individu selama selang waktu antara motivasi dan respons yang berhasil. Oleh karena itu, tegangan emosi mempertahankan motif yang ada pada saat itu, dan berfungsi sebagai dorongan untuk menemukan pemecahannya.

Emosi-Emosi yang Ringan
Emosi-emosi yang ringan berupa perasaan-perasaan suasana hati, minat, sikap, dan prasangka. Emosi-emosi yang ringan ini hanya berberda dalam derajatnya denganemosi yang kuat. Bentuk-bentuk emosi yang ringan ini juga mempengaruhi tingkah laku dengan mengurangi atau meningkatkan kapasitas individu untuk melakukan sesuatu secara efektif.
Minat adalah keadaan semosi yang ringan disertai beberapa tegangan yang menggerakkan tingkah laku. Apabila bergabung dengan perasaan yan gmenyenangkan, amaka minat akan meningkatkan produktivitas dan efektivitas  seseorang. Minat juga merupakan prasyarat yang penting untuk belajar. Sikap adalah disposisi yang diperlihatkan individu dan yang menunjukkan pendapat atau perasaan.

Perubahan Fisiologis yang Menyertai Emosi
Gangguan-gangguan fisiologis yang menyertai emosi bersifat tidak disengaja dan tidak berada dalam kontrol ketika mempengaruhi fungsi dari struktur-struktur internal (yang terdapat dalam individu). Ada bermacam-macam perubahan fisiiologis yang terjadi bersamaan dengan emosi.
Gangguan-gangguan yang berbeda-beda dalam fungsi fisiologis apabila diperkuat dengan gangguan emosi yang kronis dapat menyebabkan banyak penyakit fisik, misalnya peptic ulcer, radang usu besar, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, mengompol, dan eksim.

Perkembangan Emosi
Pengalaman-pengalaman emosi anak merupakan faktor-faktor dasar dalam pembentukan kepribadiannya. Sebagai seorang bayi, dunianya begitu terbatas dan sagat banyak berurusan dengan hal hal yang berada didekatnnya dan yang segera memuaskan kebutuhan-kebutuhannya. Bayi senang kalau digoyang-goyang dan dipeluk, mendapat makanan dan meghisap jempol dan perasaan lain yang bersifat fisik. Boleh dikatakan respons-respon emosinya berpusat disekitar kebutuhan-kebutuhan fisik serta kepuasan-kepuasannya. Apabila kebutuhannya tidak dipenuhi makan ia segera memperlihatkan perasaan tidak senangnya.

Aam Syuhada     (10512003) 
Anggi Christy      (10512904)
Inka Noviansyah (13512734)
Kms.M.Hasan    (14512113)




Story Of A Lonely Guy - Blink 182

Push it out, fake a smile
Avert disaster, just in time
I need a drink, cause in a while
Worthless answer from friends of mine
It's dumb to ask, cool to ignore
Girls posess me, but they're never mine
I made my entrance, avoided hazards
Checked my engine, I fell behind

I fell behind

She makes me feel like it's raining outside
And when the storm's gone i'm all torn up inside
I'm always nervous on, days like this like the prom
I get too scared to move, cause i'm a fuckin' boy

Remember when I was in the grocery store, now's my time
Lost the words, lost the nerve, lost the girl, left the line
I would wish upon a star, but that star, it doesn't shine
So read my book with a boring ending
A short story of a lonely guy

I fell behind

She makes me feel like it's raining outside
And when the storm's gone i'm all torn up inside
I'm always nervous on, days like this like the prom
I get too scared to move, cause i'm a fuckin' boy

She makes me feel like it's raining outside
And when the storm's gone i'm all torn up inside
I'm always nervous on, days like this like the prom
I get too scared to move, cause i'm still just a stupid worthless boy


Selasa, 28 Januari 2014

Aku Terlahir 500gr dan Buta

Judul Terjemahan : Aku Terlahir 500 gr dan Buta
Penulis : Miyuki Inoue
Penerjemah : Tiwuk Ikhtiari
Cetakan : Kelima, Mei 2007
Tebal : xiv+183

Kisah seorang buta yang patut berbangga meski buta? Anda akan mengetahuinya dengan membaca novel kisah nyata (true story) yang ditulis Miyuki Inoeu. Aku Terlahir 500 gr dan buta, itulah judul novel yang ditulis oleh Miyuki.
Novel ini sungguh luar biasa, bagaimana tidak disebut luar biasa, Miyuki membuat novel kehidupan dirinya sendiri, mulai dari kisah kelahirannya yang menguras air mata sang ibu sampai menjadi kebanggaan karena memenangkan perlombaan mengarang tingkat nasional Jepang ketika duduk di SMP.
Dalam keadaan normal, seorang bayi harus berada di dalam kandungan selama 40 minggu, sedangkan Miyuki berada dalam kandungan ibunya hanya 20 minggu. Oleh karena itu, Miyuki harus berada dalam tabung inkubator selama 4 bulan setelah lahir ke dunia. Selama empat bulan itu tak sekali pun Miyuki kecil merasakan pelukan sang ibu.
Miyuki lahir dengan berat setengah kilogram, seperenam dari berat bayi umumnya. Saking kecilnya hingga Miyuki bisa digenggam. Kepala Miyuki sebesar telur dan jari-jari sekurus tusuk gigi. Keadaan itu membuat Miyuki kecil harus masuk dalam tabung inkubator.
Masa-masa sulit Miyuki selama dalam tabung inkubator menguras air mata ibunya. Ibu Miyuki dengan tegar memberi semangat pada Miyuki kecil. Sejak kelahirannya, dokter yang merawat Miyuki menvonis usia Miyuki tidak lebih dari 2 minggu. Tapi dokter bukan Tuhan. Meski sudah divonis tak akan bertahan hidup, Miyuki berhasil melewatinya, sampai akhirnya berada dalam dekapan ibu 4 bulan kemudian setelah dikeluarkan dari tabung inkubator.

Berada dalam tabung inkubator terlalu lama memiliki risiko gangguan kesehatan pada mata bayi. Risiko itu juga harus ditanggung Miyuki kecil. Miyuki kecil tidak sempat melihat dunia tempat dia berada. Miyuki mengalami kebutaan. Tabung inkubator dialiri banyak oksigen. Jika bayi terlalu lama berada dalam tabung inkubator, bayi itu bisa terkena ROP (Retinopathy of Prematurity), yaitu penyakit yang bisa membutakan bayi prematur kalau menghirup terlalu banyak oksigen.
Perjuangan hidup Miyuki semakin berat. Lahir prematur saja sudah membuatnya berbeda dari anak-anak seusianya. Ditambah dengan kebutaannya, Miyuki semakin harus bekerja keras dalam hidupnya. Yang sangat bermakna dari novel ini adalah lika-liku perjuangan hidup Miyuki sejak dia lahir hingga menginjak remaja. Bukan hanya perjuangan untuk mendobrak kebutaannya, tetapi juga harus terus berjuang dalam kekerasan-kekerasan yang dilakukan ibunya. Bukan kekerasan fisik, melainkan lebih pada kekerasan psikis.
Ibu Miyuki sangat keras dalam mendidik Miyuki. Ibu kebanyakan akan menjaga dengan hati-hati anaknya yang buta, tetapi tidak untuk Ibu Miyuki. Ibu Miyuki akan membiarkan Miyuki merasa sakit karena terjatuh, merasakan benturan keras di kepala, dan masih banyak yang lain. Itulah cara Ibu Miyuki mendidik Miyuki menjadi manusia yang tegar dan mandiri.

Ibu Miyuki ingin anaknya tidak rendah diri meski menjadi seorang yang buta. Pernah suatu kali Miyuki terjatuh dari tangga. Ibu Miyuki bukannya menanyakan keadaan anaknya, tetapi menyalahkan anaknya, ”Salah sendiri.” Hanya itu ucapan ibu lalu pergi meninggalkanku sambil menggumam, ”Berapa kali harus jatuh sampai kamu puas, hah? Kalau kamu jatuh terus, nanti lantainya rusak.” (halaman 43).
Di satu sisi Ibu Miyuki menginginkan anaknya tegar dan mandiri. Di sisi lain dalam diri Miyuki merasa tersiksa karena perlakuan ibunya. Miyuki merasa kesal terhadap perlakuan ibu, tetapi Miyuki tidak bisa jauh dari ibunya. Miyuki sangat memerlukan ibunya.
Lembar demi lembar dalam novel ini dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam diri Miyuki tentang perlakuan-perlakuan kasar ibunya hingga Miyuki menemukan sebuah kesadaran akan kehebatan ibunya ketika membesarkannya. Miyuki dengan jujur mengutarakan perasaannya, baik itu perasaan senang ketika dekat ibu, sedih saat jauh dari ibu, maupun sakit hati pada perlakuan ibunya.
Suatu hari Miyuki ingin merasakan naik sepeda. Ibu Miyuki menyanggupi untuk mengajak Miyuki belajar naik sepeda di lapangan. Ibunya memberi tahu cara naik sepeda.
Miyuki berpikir ingin duduk di belakang saja dan ibunya menolak. Tadinya aku ingin duduk di belakang saja, di boncengan dan ibunya menuntun sepedanya. ”Kalau kamu minta duduk di belakang, kamu tidak bisa naik sepeda selamanya. Kamu harus percaya kalau kamu bisa naik sepeda. Ayo, coba lagi!” (halaman xi).

Setelah diberi tahu ibunya cara naik sepeda, Miyuki harus menaiki sepeda sendiri. Ibu Miyuki hanya duduk di kursi panjang sambil meneriaki Miyuki untuk bangun lagi saat terjatuh. Miyuki sangat kesal karena ibunya tidak menolong sekali pun. Padahal lutut dan tangan Miyuki sudah berdarah-darah dan terasa perih. Sampai empat puluh kali jatuh dari sepeda, akhirnya Miyuki bisa naik sepeda. Rasa sakit yang dialaminya dan kejengkelan pada ibunya tak lagi dirasakannya setelah berhasil naik sepeda dan merasakan embusan angin.
Tentunya Miyuki hanya bisa naik sepeda di lapangan. Jika di jalan raya, itu akan membahayakan dirinya. Miyuki tahu bahwa ibunya menangis saat melihatnya belajar sepeda ketika dia menulis cerita tentang dia dan ibunya.

Kebutaan tak menghentikan Miyuki untuk merasakan hal-hal yang dialami anak-anak sebayanya. Itulah yang ditanamkan sejak dini oleh Ibu Miyuki. Apa pun yang diinginkan Miyuki selalu didapatkan, tetapi tentunya dengan usaha yang keras. Ibu Miyuki tidak membiasakan Miyuki untuk mendapatkan hal-hal yang instan.
Perjuangan Miyuki dan ibunya membuahkan hasil yang luar biasa. Miyuki berhasil memenangkan lomba mengarang SLB tingkat nasional Jepang. Dalam karangan-karangannya Miyuki menceritakan kisah dirinya, ibu yang selalu keras padanya, tangis dan tawa bersama ibu, dan cerita-cerita mengharukan yang didengar dari ibunya. Melalui karangan-karangan ini pula Miyuki menjadi sadar, bahwa berkat ibunya, Miyuki bisa menjalani kebutaannya. Kecintaan Miyuki pada dunia tulis-menulis ini akhirnya membuahkan novel ini.

Ketika Anda membaca novel ini Anda akan merasa seolah-oleh Miyuki bercerita pada Anda. Tutur bahasa yang sederhana membuat novel ini mudah dipahami. Hal ini tentunya juga didukung oleh sang penerjemah, Tiwuk Ikhtiari.
Novel ini baik dan layak dibaca oleh semua orang, terutama diperdengarkan pada sesama kita yang tidak diberikan mata normal.

Pertama, dengan membaca novel ini wawasan Anda tentang ”kebutaan” akan menjadi lebih positif. Memang, ”kebutaan” itu membuat pemiliknya harus berusaha lebih keras dalam mendapatkan sesuatu. Miyuki, satu di antara jutaan orang yang buta, berhasil mendobrak kebutaannya dengan bantuan penuh ibunya.
Oleh karena itu, jangan menjadi lemah karena putri, putra, kakak, adik, atau orang tua Anda yang buta. Akan tetapi, doronglah dia menjadi positif dalam memandang hidup. Ingatlah perjuangan Ibu Miyuki dalam mendidik Miyuki. Dalam didikan ibunya, Miyuki menjadi seorang yang mandiri dan bangga pada dirinya.
Kedua, dalam beberapa hal, bisa jadi Anda, saya, dan Miyuki mempunyai kesamaan. Mendapat perlakuan keras dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Akan tetapi, yakinlah bahwa sebagaimana Miyuki alami, buah-buah rohani akan dirasakan dengan nikmat bila kita sampai pada kesadaran tertentu. Lebih penting lagi, sikap pantang menyerah Miyuki dan kesetiaan sang ibu membesarkan anaknya bisa menjadi inspirasi dan motivasi kita untuk terus berjuang, memperjuangkan apa yang kita inginkan.

Jumat, 24 Januari 2014

Tes Psikologi Online

Tes Psikologi Online

Tes psikologi atau psikotes sendiri merujuk pada suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan sampel perilaku yang relevan dengan fungsi kognitif atau afektif. Setelah mendapatkan sampel perilaku yang relevan tersebut, kemudian dilakukan evaluasi dan penilaian berdasarkan standar penilaian yang ada.


Karena penilaian tersebut, maka setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda dan mendapatkan hasil yang berbeda pula. Tes psikologi online yang sering kita temui, mencoba untuk menyajikan terhadap kemampuan kognitif atau afektif tertentu bagi diri seseorang.

Jenis-jenis Tes Psikologi Online

Jika melihat sekilas dalam tes psikologi online yang banyak terdapat di dunia maya, maka kita akan dapat mengelompokkan beberapa jenis tes tersebut. Pengelompokkan tentang jenis tes psikologi sebenarnya sama dengan pengelompokkan di dalam pembelajaran tentang diagnostik yang diberikan kepada mahasiswa fakultas psikologi. Jenis-jenis tes psikologi tersebut antara lain sebagai berikut :
  • Tes Matematika
Tes psikologi secara online salah satunya memuat tentang tes matematika. Tes matematika ini memuat tentang hal-hal seputar deret, irama bilangan, penjumlahan, pengurangan, dan pembagian.

  • Tes Logika atau Penalaran

Tes psikologi online tentang logika atau penalaran biasanya berupa deret huruf maupun penalaran yang terdiri atas deret gambar, baik dua maupun tiga dimensi. Hal yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan kita dalam memahami pola-pola atau kecenderungan tertentu yang kemudian diwujudkan dengan gambar.
  • Tes Verbal

Tes psikologi online tentang verbal mengukur kemampuan berbahasa seseorang. Tes ini bisanya terdiri atas tes sinonim atau padanan kata, antonim atau lawan kata, penalaran verbal yang bisa jadi berupa soal mengerti sebuah wacana tertentu, juga soal diksi, dan pengertian serta perbandingan antarkata.
  • Tes Kraeplin atau Tes Pauli 

Tes ini banyak sekali terdapat dalam tes psikologi secara online karena bersifat hitungan dengan angka yang berganti-ganti menjulang ke atas. Hal yang diukur dalam tes ini sebenarnya adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, penyesuaian diri, ketelitian, dan sekaligus kecepatan dalam mengerjakan tugas.
  • Tes Wartegg 

Meskipun jarang, tetapi tes wartegg juga dibahas dalam tes psikologi secara online. Tes wartegg menyajikan sebanyak delapan tanda yang kemdudian kita diperintahkan untuk menggambar sesuatu dari tanda-tanda yang telah disediakan tersebut. Tes ini mengukur tentang kepribadian seseorang dan cara sistematis seseorang dalam menyelesaikan persoalan.
  • Tes Draw-A-Person (DAP) 

Tes DAP memerintahkan kita untuk menggambar orang dalam bentuk detail. Gambar orang ini tak bisa diganti dengan gambar binatang, tumbuhan, maupun benda mati. Tes ini bukan menilai kemampuan kita dalam melukis atau menggambar. Oleh karenanya, dalam tes psikologi online, tes ini tidak terlalu banyak dibahas. Sebenarnya yang ingin diukur kepribadian kita dengan cara melihat tebal tipisnya goresan pensil, jenis kelamin orang yang digambar, dan beberapa detail lainnya.
  • Tes BAUM 

Tes ini juga merupakan tes kepribadian, yaitu kita diminta untuk menggambar pohon berkayu. Tak boleh menggambar pohon pisang, kelapa, atau tanaman perdu. Tes BAUM jarang diberikan pada tes psikologi online karena sistemnya memang bukan mengambil skor nilai, tetapi menilai kepribadian dari goresan tangan.
  • Tes Army Alpha dan Beta 

Tes ini merupakan tes yang seringkali digunakan dalam rekrutmen bidang angkatan bersenjata dan telah dipakai sekian lama di USA. Tes Army-Alpha dan beta jarang muncul pada tes psikologi online karena sifatnya yang memilih gambar-gambar hilang dalam beberapa gambar yang terpotong. Tes ini untuk menilai kecermatan serta ketepatan seseorang dalam menyelesaikan sebuah permasalahan dan menentukan keputusan.
  • Tes Minat dan Bakat 

Tes bakat banyak terdapat dalam tes psikologi online seperti MBTI, mulai dari versi pertama sampai dengan versi yang telah disempurnakan. Fungsi tes bakat yaitu untuk mengukur minat dan bakat seseorang dalam satu bidang tertentu.
Tes ini dipergunakan ketika akan mengarahkan siswa memilih jurusan di SMA. Bisa juga dipergunakan ketika siswa akan memilih jurusan ketika kuliah agar sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Bisa jadi seseorang memiliki bakat pada bidang verbal, bidang eksak, atau kesenian, serta memiliki bakat kepemimpinan. Ada juga bakat yang tidak bisa diukur dengan tes ini.
  • Tes EPPS

Ini merupakan tes yang banyak dibahas dan disajikan dalam tes psikologi online. Test EPPS termasuk jenis tes kepribadian. Tes ini terdiri atas sembilan puluh nomor lebih. Kesemua soal pada tes EPPS memiliki keterkaitan hubungan antara satu pernyataan dengan pernyataan yang lainnya.
Tes ini digunakan untuk mengukur seberapa besar motivasi, kebutuhan, dan sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau pekerjaan yang dibebankan kepada mereka. Jawaban EPPS pastilah beragam antara satu orang dengan lainnya. Namun, percaya diri dan konsistensi merupakan hal terbaik yang perlu dijaga ketika kita mengerjakan tes EPPS.

Tip Sukses Hadapi Tes Psikologi Selain Mempelajari Tes Psikologi Online

Beberapa tes psikologi memang tak bisa dipelajari meskipun kita sudah berlatih melalui tes psikologi online. Namun, beberapa lagi membutuhkan kecermatan dan konsistensi diri kita agar mendapatkan hasil sesuai harapan. Berikut beberapa tip sukses menghadapi tes psikologi untuk meraih kesuksesan menuju jenjang sekolah atau perolehan pekerjaan yang lebih baik.
  • Persiapan Ffisik Sebelum dan Ketika Berlangsungnya Tes

Persiapkan alat tulis sesuai standar tes. Meskipun tidak diumumkan, biasakan untuk menyiapkan alat tulis sebelum berangkat ke tempat tes. Beberapa di antara alat tulis yang perlu dipersiapkan adalah pensil 2B, pensil HB (untuk menggambar), penghapus pensil, pulpen (jangan bolpoint karena tintanya bisa luntur), dan penggaris.
Beristirahat dengan cukup, terutama pada malam sebelum tes berlangsung. Dengan istirahat yang cukup, maka pagi harinya kita bisa menghadapi tes dengan perasaan segar bugar dan penuh konsentrasi.
Membersihkan diri dan makan pagi. Sebelum berangkat ke tempat tes, usahakan mandi dan berpakaian rapi. Kebersihan diri dan pakaian menunjang performance dan kepercayaan diri sehingga bisa berkonsentrasi menghadapi tes psikologi. Karena ini bukan lagi tes psikologi online seperti latihan kita selama ini. Jangan lupa pula untuk makan pagi agar perut terisi dengan secukupnya.
Mengetahui tempat tes sehari sebelumnya. Jangan lupa untuk mencari tempat penyelenggaraan tes psikologi yang akan dihadapi. Hal ini untuk memudahkan kita mencarinya keesokan hari sehingga menghemat waktu dan tenaga untuk mengerjakan tes saja.
  • Persiapan Psikis

Persiapan psikis yaitu persiapan mental sebelum dan ketika menghadapi tes psikologi. Persiapan mental ini bisa mulai dilakukan pada saat latihan dengan tes psikologi secara online. Karena melatih mental adalah melatih kepercayaan diri, keyakinan, dan tindakan jujur diri kita masing-masing. Dengan adanya kepercayaan diri dan keyakinan akan apa yang telah dilakukan tersebut, maka hasil yang diperoleh juga akan maksimal dan tepat pada sasaran yang diinginkan.
Selain berlatih tes psikologi online, yang perlu untuk dilakukan terutama adalah berdoa. Dengan berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan, maka semua pekerjaan yang kita lakukan akan menjadikan baik adanya.

Cek juga penjelasannya di blog teman saya ya ... nih
1. KLIK (IRSYAD)
2. KLIK (INKA)
3. KLIK (INTAN)
4. KLIK (HAQQI)


Sumber : http://www.anneahira.com/tes-psikologi-online.html